Rabu, 11 Juli 2018 13:24 WITA

Asyik, PLN Hadirkan Perahu Listrik Antibising di Rammang-rammang 

Penulis: Muh. Basri
Editor: Abu Asyraf
Asyik, PLN Hadirkan Perahu Listrik Antibising di Rammang-rammang 
PT PLN (Persero) area Makassar Utara bersinergi dengan PLN Sektor Pembangkitan Tello melakukan inovasi dengan menghadirkan smart electrify boat (selfy boat) bagi pengguna jolloro di kawasan ekowisata Karst Rammang-rammang.

RAKYATKU.COM,MAROS - PT PLN (Persero) area Makassar Utara bersinergi dengan PLN Sektor Pembangkitan Tello melakukan inovasi dengan menghadirkan smart electrify boat (selfy boat) bagi pengguna jolloro di kawasan ekowisata Karst Rammang-rammang.

Manajer Sektor Pembangkit Tello Fatahudin Yogi Amibowo menuturkan, pihaknya menghadirkan selfy boat karena sebelumnya ada keluhan komunitas jolloro terkait sulitnya memberikan penjelasan kepada wisatawan tentang kondisi dan suasana kawasan ekowisata karst Rammang-rammang. Hal itu dikarenakan bisingnya suara mesin perahu yang masih menggunakan mesin BBM.

"Kami menyambut baik keluhan komunitas jolloro di Rammang-rammang, tentang bisingnya mesin yang mereka gunakan saat membawa pelancong wisatawan. Makanya kami menghadirkan selfy boat ini. Supaya baik pengemudi jolloro dan wisatawan tidak lagi terganggu dengan suara bising mesin jolloro tersebut," ujarnya.

Asyik, PLN Hadirkan Perahu Listrik Antibising di Rammang-rammang 

Sosialisasi dihadiri Asmen Pelayanan dan Adm PLN Makassar Utara Hardi, komunitas jolloro, ketua kelompok sadar wisata Rammang-rammang, Muspida dan masyarakat setempat. 

Menurut Asmen Pelayanan Dan Adm PLN Makassar Utara Hardi, penggunaan selfy boat memberikan keuntungan dibandingkan menggunakan perahu motor ber-BBM.  Keunggulan dari perahu listrik yaitu biaya operasional rendah, bebas polusi karena tanpa gas buang, dan terhindar dari kebisingan suara mesin.

"Perahu lebih tahan lama karena bebas getaran. Adapun perbedaan antara mesin listrik dan mesin BBM yaitu biaya PP dari dermaga dengan mesin listrik Rp2.420, sedangkan untuk mesin BBM sebesar Rp10.000. Itu belum termasuk biaya pelumas dan biaya perawatan," ujarnya.

Dia melanjutkan, program tersebut selain untuk memberikan keuntungan finansial bagi pemilik perahu, juga sebagai upaya untuk mendukung go green dengan menjadikan Sungai Rammang-rammang sebagai green river. Juga mewujudkan 100 persen elektrifikasi kawasan wisata kampung karst Rammang-rammang. 

Untuk mewujudkan hal tersebut telah disediakan infrastruktur penunjang seperti  Stasiun Penyediaan Listrik Umum (SPLU) untuk pengisian baterai/aki perahu listrik, menyiapkan materi sosialisasi launching program elektrifikasi, dan selfy boat Rammang-rammang serta menyiapkan mesin perahu bertenaga listrik.

"Motor listrik ini lebih ekonomis. Bila masyarakat butuh penjelasan lebih lanjut, pihak PLN bersedia untuk memberi bimbingan dan pemasangan serta perawatannya," bebernya.

Ketua kelompok sadar wisata Rammang-rammang, Iwan sangat berterima kasih. Pasalnya dengan hadirnya selfy boat ini, satu permasalahan dapat terselesaikan. 

"Semoga ke depan dapat menunjang Rammang-rammang sebagai kawasan wisata best community tourism. Terima kasih dan apresiasi yang luar biasa atas bantuannya," ucap Iwan.