Senin, 19 Februari 2018 16:59 WITA

Pembangunan Objek Wisata Rock Bar di Bulukumba Terkendala Bandara

Penulis: Rahmatullah
Editor: Adil Patawai Anar
Pembangunan Objek Wisata Rock Bar di Bulukumba Terkendala Bandara
Rock Bar Ayana Bali.

RAKYATKU.COM, BULUKUMBA - Rencana pembangunan objek wisata, Rock Bar di Bulukumba memasuki tahap awal. Bupati Bulukumba AM Sukri A Sappewali telah mengunjungi objek wisata Rock Bar Ayana Resort di Kabupaten Badung, Bali akhir pekan lalu. Kunjungan ini untuk melihat dan mengetahui tentang pembangunan Rock Bar yang rencananya dibangun di Bira Timur, Pantai Bira.

Bupati AM Sukri yang ditemui rakyatku.com di ruangannya menyampaikan, dari hasil kunjungannya membuktikan, objek wisata Rock Bar dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 1.000 persen. Karena daya tarik wisata Rock Bar terbilang besar, dari segi pengunjung dan tarifnya.

"Saat kami bertanya-tanya kepada pemiliknya (Ayana Resort), dia mengaku jika pengunjung perhari itu 500 orang sampai 750 orang/hari, sedangkan biaya nginap pengunjung untuk saksikan Rock Bar itu harus mengeluarkan Rp5 juta per kamar untuk 24 jam. Nah, kalau ini dibangun di Bulukumba, pasti akan mendongkrak drastis PAD kita," Ungkapnya.

AM Sukri juga menuturkan, untuk membangun objek wisata ini, Pemkab harus menggelontorkan dana yang cukup besar, sehingga masih butuh waktu dan proses yang cukup lama.

"Dia (Ayana Resort) menyampaikan, untuk bangunan tahap awal, menelan dana Rp50 Miliar, sehingga kalau mau dibangun di Bulukumba, harus ada investor yang diajak kerjasama," jelasnya.

Dana awal pembangunan untuk Rock Bar di Bulukumba saat ini baru Rp2 Miliar Rupiah melalui dana hibah yang diserahkan oleh Gubernur Syahrul Yasin Limpo saat perayaan jari jadi Bulukumba. Atas Inisiatif SYL, Rock Bar di Bulukumba dibangun.

Untuk mewujudkan keinginan SYL, hal awal yang harus diselesaikan Pemkab Bulukumba agar investor bisa masuk menanamkan modalnya, pembangunan Bandara yang harus lebih dulu selesai. Saat ini Bandara di Bulukumba masih proses pembebasan lahan meski telah mendapat kunjungan dari Aksa Mahmud, Founder Bosowa Corporation. 

Pemkab sedang mengusul ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) untuk pembebasan 40 hektar tanah bandara yang saat ini masih dalam kawasan Taman Hutan Raya (Tahura).

"Sebelum Rock Bar, yang lebih dulu kita selesaikan, Bandara dulu. Karena Investor tidak mau masuk kalau tidak ada bandara," ungkap Sukri Lagi.

Sukri tetap Optimis pembangunan objek wisata dan penunjangannya akan selesai dalam masa jabatannya, apalagi tahun 2018 ini, pemkab fokus pada pembangunan objek wisata, yaitu di Bira Kahayya.